<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-922196452224111966</id><updated>2011-04-21T19:58:54.549-07:00</updated><title type='text'>TAV</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arisset.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/922196452224111966/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisset.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aris setiadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04740432024744443856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/-lGJ-gbjvgRI/TXcrdw9dAEI/AAAAAAAAAA4/XgygSirV7JE/s220/p.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-922196452224111966.post-2618741863537807749</id><published>2011-03-08T02:41:00.001-08:00</published><updated>2011-03-08T02:41:12.464-08:00</updated><title type='text'>radio</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peranan dan  Fungsi Radio dalam Kehidupan Sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio (istilah  secara umum) dalam kehidupan sehari hari digunakan sebagai sarana  penyampai informasi. Suara yang kita dengar dari pesawat radio merupakan  perubahan bentuk energi elektromagnetik dari gelombang radio yang  ditangkap oleh pesawat radio, kemudian diubah melalui loudspeaker  (pengeras suara) menjadi energi bunyi sehingga bisa kita dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara  yang kita dengar dari pesawat radio bisa berisi tentang hiburan,  misalnya musik, humor serta berita dan berbagai informasi lainnya.&lt;br /&gt;Jadi  penyebutan istilah RADIO pada umumnya masih rancu. Pengertian pertama  adalah: alat/pesawat untuk mengubah gelombang radio menjadi gelombang  bunyi/suara. Sedang pengertian lainnya adalah gelombang radio yang  merupakan bagian dari gelombang elektromagnetik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/922196452224111966-2618741863537807749?l=arisset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisset.blogspot.com/feeds/2618741863537807749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arisset.blogspot.com/2011/03/radio.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/922196452224111966/posts/default/2618741863537807749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/922196452224111966/posts/default/2618741863537807749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisset.blogspot.com/2011/03/radio.html' title='radio'/><author><name>aris setiadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04740432024744443856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/-lGJ-gbjvgRI/TXcrdw9dAEI/AAAAAAAAAA4/XgygSirV7JE/s220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-922196452224111966.post-6845227512745353910</id><published>2011-03-08T02:37:00.001-08:00</published><updated>2011-03-08T02:37:31.695-08:00</updated><title type='text'>dampak</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak TV Digital di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  teknologi baru yang merupakan hasil penyempurnaan dari teknologi pada  generasi sebelumnya, tentulah banyak kelebihan yang disediakan oleh TV  digital, di antaranya kualitas gambar yang jauh lebih jernih, karena  sistem transmisi dan sistem display yang digital. Selain itu, satu kanal  TV bisa berisi beberapa program siaran, misalnya sinetron, olahraga,  berita, dan ramalan cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga fitur-fitur tambahan di sisi  pemirsa sangat mudah disediakan untuk menambah kenyamanan pemirsa.  Misalnya, pemirsa hanya suka sinetron, maka TV bisa diprogram untuk  memilih program siaran sinetron secara otomatis. Untuk pemirsa yang  bisu-tuli disediakan menu bahasa isyarat dan beragam fitur lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Migrasi  analog ke digital adalah masa transisi sebelum tibanya masa fully  digital. Proses migrasi yang mulus menuju era TV digital melibatkan  beberapa pihak. Di sisi operator, selain dipasang pemancar digital,  operator sebaiknya tetap mengoperasikan siaran TV analog-nya hingga  beberapa waktu (tahun) ke depan untuk melayani pemirsa yang belum  memiliki penerima digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di sisi industri, produksi  penerima TV analog harus segera dihentikan agar yang beredar di toko  adalah yang sudah digital. Adapun untuk pemirsa yang ingin menikmati TV  digital, tapi belum mau membeli TV baru (digital), harus disediakan  konverter digital ke analog yang disebut set-top box (STB) hingga  beberapa waktu (tahun) ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di sisi pemirsa,  mereka yang mampu dan sudah masanya mengganti TV disarankan untuk  membeli TV dengan tuner digital. Yang belum mau mengganti disarankan  membeli STB. Yang belum mau keduanya tetap bisa menikmati siaran TV  analog seperti biasa hingga waktu migrasi berakhir, yang dijadwalkan  pada tahun 2018.&lt;br /&gt;Di sisi pemerintah sebagai regulator, dalam hal ini  Departemen Komunikasi dan Informatika, diharapkan menyiapkan semua  instrumen regulasi terkait alokasi kanal, aturan layanan, aturan konten,  dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Departemen Perindustrian diharapkan  telah menjadwalkan kapan pabrik harus berhenti memproduksi TV analog,  kapan memproduksi TV digital dan STB, dan seterusnya. Sementara  Departemen Perdagangan mengupayakan bagaimana cara agar barang-barang  itu diproduksi di dalam negeri, misalnya menjamin impor chip dan  material yang diperlukan dan membantu pengusaha untuk mendapat lisensi  produksi TV digital. Bila keempat pihak di atas berjalan serempak, ke  depan, proses migrasi menuju era TV digital akan berjalan dengan mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  era digital, di mana kapasitas kanal digambarkan dalam satuan bit per  second (bps), menarik untuk disimak kaitannya dengan band frekuensi  dalam satuan Hertz (Hz). Relasi yang umum di antara keduanya adalah  bahwa BW(Hz) = 2BW(bps). Kanal untuk TV analog saat ini adalah 6 MHz per  stasiun pemancar. Berarti secara teoretis bisa tersedia kanal digital  dengan kapasitas 12 Mbps. Bila standar AV digital yang akan digunakan  nanti adalah MPEG4 yang satu streaming video memiliki bit rate 1,8 Mbps,  satu kanal TV analog bisa membawa 6 kanal digital. Artinya, bila izin  operator adalah izin alokasi kanal seperti analog sekarang, satu  operator bisa siaran 6 program secara bersamaan pada satu frekuensi  carrier. Pertanyaannya, apakah lisensi yang akan diterbitkan adalah izin  frekuensi ataukah izin program siaran? Tentunya ini akan berpengaruh  kepada PNPB-nya Ditjen Postel nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang berbeda dengan Wimax  yang dalam fungsi layanannya mempunyai banyak kompetitor, pada TV  digital, sepanjang content-nya adalah siaran TV seperti biasa, migrasi  dari analog ke digital adalah merupakan proses kemajuan zaman yang  berjalan secara alamiah. Teknologi baru yang lahir dari adanya tuntutan  kualitas hidup yang makin tinggi pasti akan membawa perubahan gaya hidup  dan masalah sosial yang baru pula.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/922196452224111966-6845227512745353910?l=arisset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisset.blogspot.com/feeds/6845227512745353910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arisset.blogspot.com/2011/03/dampak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/922196452224111966/posts/default/6845227512745353910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/922196452224111966/posts/default/6845227512745353910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisset.blogspot.com/2011/03/dampak.html' title='dampak'/><author><name>aris setiadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04740432024744443856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/-lGJ-gbjvgRI/TXcrdw9dAEI/AAAAAAAAAA4/XgygSirV7JE/s220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-922196452224111966.post-4465939201535006262</id><published>2011-03-08T02:36:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T02:36:17.249-08:00</updated><title type='text'>televisi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbedaan Televisi Analog dan Digital&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Televisi  adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal  dari kata tele dan vision, yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele)  dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat  dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda,  karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia sendiri  ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi  analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase  dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital  dapat dimasukan ke analog. Sistem yang dipergunakan dalam televisi  analog adalah NTSC (National Television System Committee), badan  industri pembuat standar yang menciptakannya. Sistem ini sebagian besar  diterapkan di Amerika Serikat dan beberapa bagian Asia Timur, seperti:  China/Tiongkok, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia.&lt;br /&gt;Sementara,  sistem PAL (Phase-Alternating Line, phase alternation by line atau  untuk phase alternation line). Dalam bahasa Indonesia: garis alternasi  fase), adalah sebuah encoding berwarna digunakan dalam sistem televisi  broadcast di seluruh dunia. PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch  yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada 1967.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi  digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV) adalah jenis TV yang  menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan  video, audio, dan signal data ke pesawat televisi. Televisi resolusi  tinggi atau high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi  digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3)  dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang jauh  lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas,  dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada  biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL  yang digunakan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi kabel adalah sistem  penyiaran acara televisi lewat frekuensi radio melalui serat optik atau  kabel coaxial dan bukan lewat udara seperti siaran televisi biasa yang  harus ditangkap antena. Selain acara televisi, acara radio FM, internet,  dan telepon juga dapat disampaikan lewat kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini  banyak dijumpai di Amerika Utara, Eropa, Australia, Asia Timur, Amerika  Selatan, dan Timur Tengah. Televisi kabel kurang berhasil di Afrika  karena kepadatan penduduk yang rendah di berbagai daerah. Seperti halnya  radio, frekuensi yang berbeda digunakan untuk menyebarkan banyak  saluran lewat satu kabel. Sebuah kotak penerima digunakan untuk memilih  satu saluran televisi. Sistem televisi kabel modern sekarang menggunakan  teknologi digital untuk menyiarkan lebih banyak saluran televisi  daripada sistem analog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/922196452224111966-4465939201535006262?l=arisset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisset.blogspot.com/feeds/4465939201535006262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arisset.blogspot.com/2011/03/televisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/922196452224111966/posts/default/4465939201535006262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/922196452224111966/posts/default/4465939201535006262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisset.blogspot.com/2011/03/televisi.html' title='televisi'/><author><name>aris setiadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04740432024744443856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/-lGJ-gbjvgRI/TXcrdw9dAEI/AAAAAAAAAA4/XgygSirV7JE/s220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-922196452224111966.post-424667281213370117</id><published>2011-03-08T01:50:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T01:50:06.743-08:00</updated><title type='text'>amplifier</title><content type='html'>Power Amplifier Blazer St Pro 1000 Watt ditenagai oleh 8 transistor asli  sanken buatan jepang. Pada output akhir melewati noise filter berupa  lilitan kawat email torodial, yang menarik lagi adalah power amplifier  ini sudah disertai dengan speaker protector dengan system relay yang  menjamin tidak akan terdengar suara letupan speaker saat power amplifier  dihidupkan, dan melindungi&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="file:///C:/DOCUME%7E1/naufal11/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/922196452224111966-424667281213370117?l=arisset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arisset.blogspot.com/feeds/424667281213370117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arisset.blogspot.com/2011/03/amplifier.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/922196452224111966/posts/default/424667281213370117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/922196452224111966/posts/default/424667281213370117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arisset.blogspot.com/2011/03/amplifier.html' title='amplifier'/><author><name>aris setiadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04740432024744443856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/-lGJ-gbjvgRI/TXcrdw9dAEI/AAAAAAAAAA4/XgygSirV7JE/s220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
